Dalam pantun ini hendak disampaikan bahwa orang gemar melihat martabat seseorang berdasarkan penampakan lahir yang dimiliki. Tetapi lupa kepada sesuatu yang lebih penting yaitu budi, sebab tersembunyi, tersembunyi seperti halnya ubi yang tersembunyi dalam tanah. Jadi beda dengan nanas yang tampak di mata. Selain itu, pantun memiliki konteks sosial budaya. Ubi adalah tanaman domestik atau

0 Comments